Tradisi ·

Susunan Bacaan Tawassul NU Lengkap Arab Latin dan Fadhilahnya


Susunan Bacaan Tawassul NU Lengkap Arab Latin dan Fadhilahnya Perbesar

Susunan Bacaan Tawassul NU Lengkap Arab Latin dan Fadhilahnya

Tawasul adalah berdoa kepada Alloh dengan melalui wasilah (perantara). Dalam arti lain tawasul merupakan sesuatu yang dijadikan perantara untuk mendekatkan diri (tawajjuh) kepada Alloh swt. guna mencapai sesuatu yang diharapkan dari-Nya.

Bagi Nahdatul Ulama (NU) berdoa dengan cara bertawasul (melalui perantara) bukan lagi hal yang dianggap aneh. Sementara kaum Muhammadiyah tidak sependapat dengan cara berdoa dengan bertawasul.

Pertanyaan :

  1. Apa itu tawasul?
  2. Apa saja doa tawasul yang dibaca?
  3. Apa saja fadhilah keutamaan bertawassul?

Berikut informasinya telah dirangkum dari berbagai sumber.

 

Pengertian Tawassul

Tawasul adalah salah satu cara umat Islam dalam berdoa kepada Alloh SWT. Tawasul dilakukan dengan suatu wasilah atau segala sesuatu yang dapat dijadikan perantara untuk mendekatkan diri kepada Alloh agar doa dikabulkan.

Tawasul dapat dilakukan dengan wasilah amal, wasilah orang-orang yang dekat dengan Alloh atau wasilah lainnya. Tawasul yang secara bahasa artinya perantara dan mendekatkan diri ini disebutkan dalam firman Alloh SWT:

يآأَيُّهاَ الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيْلَةَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Alloh dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya,” (Al-Maidah:35).

Jadi tawasul merupakan pintu dan perantara doa untuk menuju atau mendekatkan diri kepada Alloh SWT.

 

Macam Jenis Tawasul

Dilansir dari NU Online, Kiai Wazir yang merujuk pada beberapa kitab tafsir menyampaikan macam-macam tawasul dengan mengacu pada surat Al Maidah ayat 35:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Alloh dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya (wasilah) dan berjihadlah pada jalan-Nya supaya kalian mendapat keberuntungan”.

Adapun macam-macam tawasul yang diketahui adalah sebagai berikut:

Tawasul Bi Asmaillah

Tawassul bi asmaillah yaitu bertawasul dengan nama Alloh. Tawasul ini disebut sebagai tawasul yang paling tinggi. Misalnya, anguudzu biqudrotillah, anguudzu bi ngizzatillah dan yang lainnya. Selain itu, tawasul ini juga bisa dilakukan dengan menyebut asmaul husna, baik itu secara lengkap ataupun sebagian atau tawasul dengan ismul a’dhom.

 

Tawasul Bi A’mal Sholihat

Tawassul bi a’mal sholihat yaitu bertawasul dengan amal yang baik. Tawasul ini dijelaskan kembali oleh Kiai Wazir dengan kisah 3 orang sahabat dalam kitab Riyadus Sholihin. Dikisahkan dalam perjalanan 3 orang sahabat ini menemukan gua kemudian mereka masuk ke dalam. Saat sudah masuk, tiba-tiba ada angin kencang yang merobohkan batu besar sehingga menutupi gua. Mereka pun mengalami kesulitan, seminggu tidak makan dan memanggil-manggil orang tidak ada yang dengar.

Mereka kemudian bermuhasabah. Seorang dari mereka berdoa dan bertawasul dengan perbuatan birrul walidain (berbuat baik kepada orang tua). Akhirnya batu terdorong angin besar, dan ada sinar matahari. Sedangkan, yang lain berdoa dengan amal unggulannya hingga akhirnya batu tergeser sedikit demi sedikit.

 

Tawasul Bis Sholihin

Tawasul bis sholihin yaitu bertawasul kepada orang-orang saleh, baik masih hidup atau sudah meninggal.
Apa bisa tawasul kepada yang masih hidup?
Diceritakan dalam hadits shohih, ada salah satu sahabat buta, yang ingin bisa melihat, kemudian ia tawassul :

Allohumma inni as-aluka wa atawajjahu bi nabiyyika fi hajati hadzihi…

Ya Alloh saya meminta dan menghadapmu dengan wasilah kepada Nabi dalam memenuhi kebutuhan saya ini…

Akhirnya sahabat tersebut bisa melihat.

Dalam kesempatan tersebut beliau juga menyampaikan, cara sahabat tersebut bertawasul kepada orang yang sudah meninggal, namun yang ditawasuli adalah Nabi SAW, maka Kiai Wazir berkata,
“Tawasul kepada orang yang sudah meninggal, yang ditawassuli Nabi SAW. Para nabi itu masih hidup di kuburannya, apa yg dilakukan? Para Nabi melakukan sholat. Bahkan orang yang memiliki kelebihan (khos) bisa kontak dan belajar kepada mereka.

Bahkan, tambah Kiai Wazir, Nabi Adam AS juga pernah tawassul kepada Nabi Mahammad SAW, padahal Nabi Muhammad belum lahir. “Ketika Nabi Adam AS melakukan kesalahan, beliau berdoa “ya robbi as-aluka bihaqqi muhammdin“. Ini juga dari Hadits Shahih.

Selanjutnya, Imam Syafii pernah mengatakan: “Saya punya masalah berat, saya tawasul dan ambil berkah kepada guru saya, yaitu Abu Hanifah. Saya datang ke makam beliau setiap malam sepanjang masalah berat masih menimpa saya, dan sebelum datang makam, saya sholat dulu 2 rokaat”, paparnya.

 

Tawasul Bi Dzat

Tawassul bi dzat yaitu bertawasul dengan dzat, ini bisa dilakukan dengan beberapa cara, seperti bi jahi (dengan kedudukan), bi hurmati (dengan kemuliaan), bi karomati (dengan kemurahan). Adapun Sholawat Nariyah merupakan salah satu tawasul bi dzat.

Tawasul yang keempat ini diperselisihkan oleh para ulama’. Kiai Wazir mengatakan, menurut sebagian besar ulama, tawasul dengan empat macam di atas tidak masalah, tetapi menurut Ibn Taimiyah, semua tawasul bisa diterima secara syariat kecuali tawasul bi dzat.

Itulah macam-macam tawasul, mungkin sebagian dari Nahdiyin sudah pernah melakukannya.

 


Bacaan Tawassul Arab

بسم الله الرحمن الرحيم

أَشْهَدُ اَنْ لآاِلَهَ اِلاَّاللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ

١. عَلَى هَذِهِ النِّيَّةِ وَعَلَى كُلِّ نِيَّةٍ صَالِحَةٍ إلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلٰى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَأَزْوَاجِهِ وَذُرِيَّتِهِ وَاَهْلِ بَيْتِهِ اْلكِرَامْ أجْمَعِيْن شَيْئٌ ِللهِ لَهُمْ ألفاتحة …

٢. ثُمَّ إلَى حَضْرَةِ جَمِيْعِ أصْحَابِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ خُصُوْصًا سَيِّدِنَا أبُوْ بَكْرٍ نِالصِّدِيْقْ وَعُمَرُ ابْنُ الْخَطَابْ وَعُثْمَانُ ابْنُ عَفَانْ وَعَلِيُّ ابْنُ أبِي طَالِبْ وَعَلَى بَاقِيَةٍ مِنْ صَحَابَتِهِ اَجْمَعِيْن وَإلَى جَمِيْعِ اْلأنْبِيآءِ وَالْمُـرْسَلِـْينَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْن وَالْعُلَمآءِ الْعَامِلِـيْن وَالْمَلَائِكَةِ الْمُقَرَّبِيْن وَالْكَرُوْبِيِّيْن وَالرُّوْحاَنِيِّينْ وَالْكَرَمَ الْكَاتِبِيْن وَلِسَيِّدِنَا مَلٰئِكَةِ جِبْرِيْل مِيْكَائِلْ اِسْرَافِيْلْ عِزْرَائِلْ وَحَمَلَةِ الْعَرْشِ عَلَيْهِمُ السَّلاَمُ أَجْمَعِيْنَ الفاتحة …

٣. ثُمَّ إلَى حَضْرَةِ جَمِيْعِ أوْلِيَآءِاللهِ مِنْ كُلِّ وَلِيٍّ وَوَلِيَّةٍ مِنْ مَشَارِقِ اْلأرْضِ إلَى مَغَارِبِهَا فِيْ بَرِّهَا وَبَحْرِهَا وَجَمِيْعِ أوْلِيَآءِ تِسْعَةِ قَدَّسَ اللهُ سِرَّهُمْ وَخُصُوْصًا اِلَى حَضْرَةِ سُلْطَانِ أَوْلِيَآءِاللهِ سَيِّدِنَا شَيْخِ عَبْدُالْقَادِرْ الْجَيْلاَنِيْ صَاحِبِ الْكَـَرمَةِ وَاْلإجَازَةِ قَدَّسَ اللهُ سِرَّهُ وَإلَى حَضْرَةِ شَيْخِ جُنَيْدِيْ الْبَغْدَادِيِّ وَشَيْخِ بَهَاءُ الدِّيْنْ اَلنَّقْشَبَنْدِيِّ وَإِلَى حَضْرَةِ نَبِى خِضِـرْ وَنَبِيْ إِلْيَاسْ وَنَبِيْ إدْرِسْ عَلَيْهِـمُ السَّلامُ أَجْمَعِيْنَ. الفاتحة …

٤. ثُمَّ إلَى أرْوَاحِ جَمِيْعِ أبَآءِنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَجَدِّنَا وَجدَّتِنَا وَخَالِنَا وَخَالَتِنَا وَعَمِّنَا وَعَمَّتِنَا وَجَمِيْعِ أُسْتَذِنَا وَأُسْتَاذَاتِنَا وَمَشَايِخِنَا وَمَشَايِخِ مَشَايِخِنَا وَلِجَمِيْعِ جَمَاعَتِنَا وَلِجَمِيْعِ زَوْجِنَا وَزَوْجَتِنَا وَاَوْلاَدِنَا وَبَنَاتِنَا وَذُرِيَّتِنَا وَإخْوَانِنَـا مِنَ الْمُسـْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمـَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَلِمَنْ حَضَرَ فِيْ هَذَا الْمَجْلِسِ رَحْمَةُ الله تَعَالَى عَلَيْنَا وَعَلَيْهِمْ أجْمَعِيْنَ شَيْئ لِلَّهِ لَنَا وَلَهُمُ الفاتحة …

٥. ثُمَّ إلَى أرْوَاحِ جَمِيْعِ أهْلِ الْقُبُوْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَخُصُوْصًا إلَى رُوْحِ ….. بن/بنت ….. اللَّهُمَّ اغْفِرْلَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ وَاكْرِمْ نُزُوْلَهُمْ وَوَسِعْ مَدْخَلَهُمْ وَتَقَبَّلْ حَسَنَاتِهِمْ وَكَفِّرْ سَيِّئَاتِهِمْ وَاجْعَلِ الْجَنَّةَ مَأْوَىهُم الفاتحـة …

 

Bacaan Tawassul Latin

Bismillahir Rohmnir Rohim

Ash Hadu Alla Ilaha Illalloh Wa Ash Hadu Anna Muhammadar Rosululloh

1. ‘Ala Hadhihin Niyyah Wa ‘Ala Kulli Niyyatin Sholihah Ila Hadrotin Nabiyyil Musthofa Sayyidina Muhammadin Shollallohu ‘Alaihu Wa Sallam Wa ‘Ala Alihi Wa As-Habihi Wa Azwajihi Wa Dhurriyyatihi Wa Ahli Baitihil Kiromi Ajma’in Syaiul Lillahi Lahumul Fatihah…

2. Tsumma Ila Hadroti Jami’i Ash-Habi Rosulillahi Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam, Khususon Sayyidina Abu Bakrinis Shiddiq Wa ‘Umarubnul Khotob Wa ‘Usmanubnu ‘Affan Wa ‘Aliyubnu Abi Tholib, Wa ‘Ala Baqiyatim Min Shohabatihi Ajma’in, Wa Ila Jami’il Anbiyaa-i Wal Mursalin Was Syuhada-i Was Sholihin Wal ‘Ulama-il ‘Amilin Wal Mala-ikatil Muqorrobin Wal Karubiyyin War Ruuhaaniyyin Wal Karomal Katibin Wa Lisayyidina Mala-ikati Jibril Mika-il Isrofil ‘Izro-il Wa Hamalatil ‘Arsy ‘Alaihimus Salam Ajma’in Al Fatihah …

3. Tsumma Ila Hadroti Jami’il Auliyaa-il Laahi Min Kulli Waliyyin Wa Waliyyatin Min Masyariqil Ardhi Ila Maghoribiha Fi Barriha Wa Bahriha Wa Jami’i Auliyaa-i Tis’ah, Qoddasallohu Sirrohum, Wa Khususon Ila Hadroti Sulthoni Auliyaa-illahi Sayyidina Syaihi ‘Abdul Qodiril Jailani Shohibal Karomah Wal Ijazah, Qoddasallohu Sirrohu, Wa Ila Khususon Syaihi Junaidi Al Baghdadiyyi Wa Syaih Baha-uddin An Naqsyabandiyyi Wa Ila Hadroti Nabi Khidhir Wa Nabi Ilyas Wa Nabi Idris ‘Alaihimus Salam Ajma’in. Al Fatihah …

4. Tsumma Ila Arwaahi Jami’i Aba-Ina Wa Ummahatina Wa Jaddina Wa Jaddatina Wa Khoolina Wa Khoolaatina Wa ‘Ammina Wa ‘Ammatina Wa Jami’i Ustadzina Wa Ustadzatina Wa Masyayikhina Wa Masyayikhi Masyayikhina Wa Lijami’i Jama’atina Wa Lijami’i Zaujina Wa Zaujatina Wa Auladina Wa Banaatina Wa Dhuriyyatina Wa Ikhwanina Minal Muslimina Wal Muslimat Wal Mukminina Wal Mukminat Wa Liman Hadhoro Fi Hadhal Majlis Rohmatullohi Ta’ala ‘Alaina Wa ‘Alaihim Ajma’in Syai-ul Lillahi Lana Wa Lahumul Fatihah …

5. Tsumma Ila Arwaahi Jami’i Ahlil Qubur Minal Muslimina Wal Muslimat Wal Mukminina Wal Mukminat Khususon Ila Ruuhi ….. Bin\Binti ….. Allohummaghfir Lahum War Khamhum Wa ‘Afihim Wa’fu ‘Anhum Wakrim Nuzulahum Wa Wasi’ Madkholahum Wa Taqobbal Hasanatihim Wa Kaffir Sayyi-atihim Waj’alil Jannata Ma’wahum Al Fatihah …

 

Setelah selesai membaca tawassul, dilanjutkan dengan membaca Tahlil dan di akhiri dengan Doa Tahlil.

Silahkan baca artikel selanjutnya di bawah ini:

  1. Susunan Tahlil Lengkap
  2. Bacaan Doa Tahlil Lengkap

 


Hikmah Membaca Tawassul

Alloh SWT juga telah menegaskan bahwa doa yang dipanjatkan Rosulullah SAW untuk seseorang akan membuat tentram jiwa orang tersebut karena Alloh pasti akan mendengarkan dan mengabulkan doa tersebut. Sebagaimana yang termaktub dalam QS. At-Taubah ayat 103:

خُذۡ مِنۡ أَمۡوَٰلِهِمۡ صَدَقَةٗ تُطَهِّرُهُمۡ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيۡهِمۡۖ إِنَّ صَلَوٰتَكَ سَكَنٞ لَّهُمۡۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan mensucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketentraman jiwa bagi mereka. Alloh Maha Mendengar, Maha Mengetahui”.

Menurut Imam Abu Ja’far yang dinukil oleh Imam al Qurtubhi di dalam kitab tafsirnya juz 14 halaman 454. Ayat ini menjelaskan tentang perintah Alloh kepada Rosululloh untuk mengambil harta orang-orang yang mengakui dosanya lalu bertaubat sebagai zakat yang membersihkan kotoran dosa mereka dan mensucikannya.

Lalu Alloh memerintahkan Rosululloh untuk berdoa tentang ampunan bagi mereka karena sesungguhnya doa Rosululloh dan permohonan ampunan dari Rosululloh adalah sebuah ketenangan bagi mereka. Sebab Alloh akan mengampuni dan menerima taubat mereka. Sedangkan Alloh adalah Dzat Yang Maha Mendengar yang mendengar doa Rosululloh apabila berdoa untuk mereka dan untuk yang lainnya.

Dari ayat dan tafsir di atas, menjelaskan bahwa Alloh pasti akan mendengarkan dan mengabulkan doa kekasih-Nya (Rosululloh). Dengan demikian, berdoa yang didahului dengan tawasul sejatinya adalah bentuk pengharapan kita agar Rosululloh juga mendoakan agar doa kita didengar dan terkabul, karena Beliau akan menjadi perantara yang akan menghubungkan komunikasi kita dengan Alloh SWT.

Demikian pula tawasul melalui ulama khususnya waliyulloh karena mereka adalah orang-orang yang dekat dengan Alloh dan Rosulnya. Bukankah permohonan akan lebih cepat dikabulkan jika yang meminta adalah sang Kekasih Alloh.

Itulah bacaan tawasul NU lengkap dalam Arab, Latin, dan hikmahnya. Semoga bermanfaat.

Wallohu A’lam.

Artikel ini telah dibaca 92 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kumpulan Amalan Sunnah Khusus pada Bulan Rojab

7 Februari 2024 - 09:02

Jawaban Doa Ketika Mendapat Titipan Salam Lengkap Arab Latin dan Artinya

28 November 2023 - 09:09

Jawaban Doa Ketika Mendapat Titipan Salam

Bacaan Doa Rosul untuk Acara Selamatan Tumpeng Ingkung Ayam

27 November 2023 - 21:02

Bacaan Doa Rosul untuk Acara Selamatan Tumpeng Ingkung Ayam

Rajah Bulan Shofar – Tulisan Wafaq Rebo Wekasan, Pengertian dan Cara Membuatnya

26 November 2023 - 11:40

Cara Membuat Rajah Rebo Wekasan Dilebur dengan Air untuk Mandi Sunnah
Trending di Tradisi
Buka