Doa ·

Doa di Sujud Terakhir dalam Sholat Lengkap Arab Latin dan Artinya


Doa Sujud Terakhir dalam Sholat Merupakan Salah Satu Waktu Mustajab Perbesar

Doa Sujud Terakhir dalam Sholat Merupakan Salah Satu Waktu Mustajab

Sujud terakhir merupakan waktu mustajab agar doa dikabulkan oleh Alloh SWT. Pentingnya Doa di Sujud Terakhir, Insya Alloh Dikabulkan!


Meski bisa dilakukan kapan pun, ada keistimewaan tersendiri saat melakukan doa di sujud terakhir.

Doa merupakan salah satu cara umat Islam berkomunikasi dengan Alloh SWT.

Banyak manfaat yang akan dirasakan saat berdoa. Berdoa juga sebaiknya dilakukan saat waktu-waktu mustajab.

Oleh karena itu, Rosululloh SAW bersabda, yang artinya:

“Tiada sesuatu yang paling mulia dalam pandangan Allah, selain dari berdoa kepada-Nya, ketika kita dalam keadaan lapang.” (HR Al-Hakim).

Hukum Doa di Sujud Terakhir

Baca juga: Cara dan Doa Sujud Tilawah

Anjuran doa di sujud terakhir, tercatat dalam hadis HR Muslim, Abu Dawud, An-Nasa’i, yang berbunyi:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

“Dari Abu Huroiroh, Rosululloh SAW bersabda, ‘Momentum terdekat seorang hamba dan Tuhannya adalah ketika sujud. Oleh karena itu, perbanyaklah doa saat itu,’” (HR Muslim, Abu Dawud, An-Nasa’i).

Mengenai hukum doa di sujud terakhir, Syaikh ‘Abdullah Al-Jibrin rahimahullah menjelaskan:

“Aku tidak mengetahui adanya dalil yang menganjurkan untuk memperlama sujud terakhir dalam salat. Akan tetapi, memang sebagian imam melakukan seperti ini sebagai isyarat pada makmum bahwa ketika itu adalah raka’at terakhir atau ketika itu adalah amalan terakhir dalam salat.”

“Karenanya, mereka pun memperpanjang sujud ketika itu. Dari sinilah, mereka maksudkan agar para jama’ah tahu bahwa setelah itu adalah duduk terakhir yaitu duduk tasyahud akhir.”

“Namun alasan semacam ini tidaklah menjadi sebab dianjurkan memperpanjang sujud terakhir ketika itu.” (Fatawa Syaikh Ibnu Jibrin, Ahkam Qoth’ush Shalah, Fatawan no. 2046).

Lalu, bagaimana dengan doa di sujud terakhir yang berdasarkan salah satu ayat Al-Qur’an? Jawabnya adalah tidak masalah.

Seseorang diperbolehkan berdoa dengan doa yang bersumber dari salah satu ayat dari Al-Qur’an.

Sebab, niatnya bukan untuk tilawah Al-Qur’an, namun untuk berdoa dan meminta kepada Allah SWT.

Dalam keterangan dari para ulama dikatakan, yang artinya:

“Dari riwayat Baro’ bin ‘Azib, ia berkata, ‘Aku pernah salat bersama Nabi SAW. Aku mendapati bahwa berdiri, ruku’, sujud, duduk beliau sebelum salam dan berpaling, semuanya hampir sama (lamanya)’.”

“Inilah yang benar. Akan tetapi ada tempat doa selain sujud yaitu setelah tasyahud. Nabi SAW ketika mengajarkan bersabda: ‘Kemudian setelah tasyahud, terserah padamu berdoa dengan doa apa saja’. Maka berdoalah ketika itu sedikit atau pun lama setelah tasyahud akhir sebelum salam.” (Fatawa Nur ‘ala Ad Darb).

Ini menjadi alasan bolehnya doa di sujud terakhir asal tidak melewatkan bagian lain, yakni salat dengan jangka waktu yang sama.

Hal ini seperti pada bagian salat seperti rukuk dan duduk di antara dua sujud, sehingga tidak kehilangan doa di bagian-bagian istimewa tersebut.

Anjuran Doa di Sujud Terakhir

Journal of Physics: Conference Series mencatat, sujud adalah salah satu rukun salat.

Itu melibatkan tujuh anggota badan yang berasal dari ucapan atau tindakan Nabi Muhammad SAW atau hadits.

Doa saat sujud menjadi salah satu waktu terbaik. Sebab, sujud digambarkan sebagai wujud kepasrahan dan tunduk akan kuasa-Nya.

Sujud juga sebagai pengungkapan permohonan dengan penuh kesungguhan dalam pengakuan sebagai hamba yang lemah.

Bacaan Doa Sujud Terakhir Sholat

Ada beberapa doa di sujud terakhir yang bisa diucapkan, antara lain berikut ini:

Doa Sujud Rosululloh SAW

Berikut ini rangkaian doa di sujud terakhir dan rukuk yang dipanjatkan oleh Nabi Muhammad SAW menurut Imam Muslim, melansir dari NU Online.

Sayyidatina Aisyah RA mengatakan bahwa Rasulullah SAW memperbanyak doa berikut ini ketika rukuk dan sujud.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي

Subhaanakalloohumma robbanaa wa bi hamdik. Alloohummaghfir lī.

“Maha Suci Engkau ya Allah, Tuhan kami. Segala puji bagi-Mu wahai Tuhanku. Ampunilah dosaku.”

Baca Juga: Bacaan Doa Menerima Zakat, Sebagai Adab Menerima Zakat dari Muzakki

Doa Rukuk dan Sujud

Suatu malam, Sayyidatina Aisyah RA sedang mencari Nabi kemudian ia mengatakan, “Kupikir beliau pergi untuk menemui salah seorang istrinya. Setelah kucari dan ku kembali, ternyata aku mendapatinya sedang rukuk atau sujud.”

Dalam sujudnya itu, Nabi Muhammad SAW memanjatkan doa sebagai berikut:

سُبْحَانَكَ وَبِحَمْدِكَ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ

Subhaanaka wa bi hamdik. Laa ilaaha illaa anta.

“Maha Suci Engkau. Segala puji bagi-Mu. Tiada tuhan selain Engkau.”

Selain itu, Sayyidatina Aisyah RA juga menjelaskan bahwa Rosululloh SAW membaca bacaan lainnya ketika sujud dan rukuk, yakni:

سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ رَبُّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ

Subbuuhun qudduusun robbul malaa-ikati war ruuh.

“Maha bersih dan Maha Suci (Engkau), Tuhan malaikat dan roh (malaikat besar / Jibril / makhluk lain yang tidak terlihat oleh malaikat).”

Sujud untuk Meminta Ampunan Dosa

Ada pun doa di sujud terakhir menurut Rosululloh SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.

Sahabat Abu Hurairah RA mengatakan bahwa Rasulullah SAW berdoa dalam sujudnya sebagai berikut:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي كُلَّهُ دِقَّهُ وَجِلَّهُ وَأَوَّلَهُ وَآخِرَهُ وَعَلَانِيَتَهُ وَسِرَّهُ

Alloohummaghfirlii dzanbii kullah, diqqohuu wa jillah, wa awwalahuu wa aakhiroh, wa ngalaaniyatahuu wa sirroh.

“Tuhanku, ampunilah aku dari segala dosa baik kecil maupun besar, awal maupun akhir, dan dosa yang terang-terangan maupun yang tersembunyi.”

Sujud untuk Bertaubat

Selain itu, Sayyidatina Aisyah RA menyebutkan bahwa Rasulullah SAW sebelum wafat memperbanyak baca doa di sujud terakhir sebagai berikut dalam sujudnya:

سُبْحَانَكَ وَبِحَمْدِكَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Subhaanaka wa bi hamdik. Astaghfiruka wa atuubu ilaik.

“Maha Suci Engkau (ya Alloh). Segala puji bagi-Mu. Aku memohon ampunan kepada-Mu. Aku bertobat kepada-Mu.”

Tak hanya itu, Sayyidatina Aisyah RA juga mengungkapkan bahwa sejak diturunkannya Surat An-Nashr menjelang wafatnya, ia belum pernah melihat Rasulullah SAW salat membaca doa di sujud terakhir ini:

سُبْحَانَكَ رَبِّي وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي

Subhaanaka robbii wa bi hamdik. Alloohummaghfir lii.

“Maha Suci Engkau, Tuhanku. Segala puji bagi-Mu. Ya Alloh, ampunilah dosaku.”

Selain itu, Sayyidatina Aisyah RA pun turut mengatakan bahwa Rasulullah SAW memperbanyak baca doa ketika sujud:

سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

Subhaanalloohi wa bi hamdih. Astaghfirullooha wa atuubu ilaih.

“Maha Suci Alloh. Segala puji bagi-Nya. Aku memohon ampunan kepada Alloh. Aku bertobat kepada-Nya.”

Rangkaian Doa Lain

Tidak sebatas itu, ada pula doa di sujud terakhir lainnya yang tak kalah baik untuk diamalkan.

Berikut beberapa doa yang bisa diketahui::

  1. Doa diampuni dosa yang telah lalu. “Ya Allah ampunilah dosa-dosaku semua, baik yang halus atau yang jelas, yang awal dan yang akhir, dan yang terang-terangan dan yang tersembunyi.” (HR Muslim).
  2. Doa diwafatkan dalam husnul khotimah. “Ya Allah aku meminta kepada-Mu husnul khotimah.”
  3. Doa agar diberikan kesempatan taubat sebelum wafat. “Ya Allah berilah aku rezeki taubat nasuha (atau sebenar-benarnya taubat) sebelum wafat.”
  4. Doa agar hati ditetapkan di atas agama-Nya. “Ya Allah wahai sang pembolak balik hati, tetapkanlah hatiku pada agama-Mu.”
  5. Doa istiqomah dalam ibadah. “Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).” (QS. Ali Imran: 8).

Waktu Mustajab untuk Berdoa

Allah SWT mencintai hamba yang berdoa kepada-Nya.

Allah SWT berfirman, yang artinya:

“Berdoalah kepada-Ku, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS Ghafir: 60).

Di antara usaha yang bisa dilakukan adalah memanfaatkan waktu-waktu tertentu yang dijanjikan oleh Allah SWT.

Waktu yang mustajab untuk berdoa, antara lain:

Sahur atau Sepertiga Malam Terakhir

Allah SWT berfirman, yang artinya:

“Ketika waktu sahur (akhir-akhir malam), mereka berdoa memohon ampunan.” (QS Adz Dzariyat: 18).

Berbuka Puasa

Rasulullah SAW bersabda, yang artinya:

”Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil dan doanya orang yang terzalimi,” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban).

Malam Lailatul Qadar

Dalam sebuah hadis, Aisyah RA berkata, yang artinya:

“Aku bertanya kepada Rasulullah SAW: Wahai Rasulullah, menurutmu apa yang sebaiknya aku ucapkan jika aku menemukan malam Lailatul Qadar? Beliau bersabda: Berdoalah: ‘Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni,’ artinya: ‘Ya Allah, sesungguhnya engkau Maha Pengampun dan menyukai sifat pemaaf, maka ampunilah aku’.” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah).

Adzan Berkumandang

Rasulullah SAW bersabda:

“Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang.” (HR Abu Daud).

Antara Adzan dan Iqomah

Rosululloh SAW bersabda, yang artinya:

“Doa di antara adzan dan iqamah tidak tertolak.” (HR Tirmidzi).

Saat Sujud dalam Sholat

Rosululloh SAW bersabda, yang artinya:

“Seorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika itu.” (HR Muslim).

Sebelum Salam saat Sholat Wajib

Rosululloh SAW bersabda, yang artinya:

“Ada yang bertanya: Wahai Rasulullah, kapan doa kita didengar oleh Allah? Beliau bersabda: “Di akhir malam dan di akhir salat wajib’.” (HR Tirmidzi).

Pada Hari Jumat

Dalam sebuah hadis dari Abu Hurairah RA dia berkata, yang artinya:

“Rosululloh menyebutkan tentang hari Jumat kemudian beliau bersabda: ‘Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta’. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut.” (HR Bukhari dan Muslim).

Ketika Turun Hujan

Rasulullah SAW berkata, yang artinya:

“Doa tidak tertolak pada 2 waktu, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun.” (HR. Al Hakim).

Ketika Hari Arofah

Rosululloh SAW bersabda, yang artinya:

“Doa yang terbaik adalah doa ketika hari Arafah.” (HR At-Tirmidzi).

Ketika Perang

Doa yang dipanjatkan saat perang juga termasuk yang mudah dikabulkan oleh Alloh SWT.

Ketika Meminum Air Zam-zam

Rasulullah SAW bersabda, yang artinya:

“Khasiat Air Zam-zam itu sesuai niat peminumnya.” (HR Ibnu Majah).

Mudah-mudahan, dengan memperbanyak doa di sujud terakhir, harapan yang diucapkan saat sholat akan segera terwujud.

Pastikan untuk mengamalkan doa di sujud terakhir setiap hari.

Jangan lupa juga untuk mengenalkan hukum dan bacaan doa di sujud terakhir kepada anak sejak kecil.

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Doa Ketika Hujan Lengkap Arab Latin dan Artinya

23 Februari 2024 - 15:29

Doa Setelah Adzan Lengkap Arab Latin dan Artinya

23 Februari 2024 - 15:27

Doa Untuk Diri Sendiri Lengkap Arab Latin dan Artinya

23 Februari 2024 - 15:24

Doa Waktu Sore Sesuai Sunnah Lengkap Arab Latin dan Artinya

19 Februari 2024 - 18:17

Bacaan Sujud Tilawah Beserta Tatacara dan Keutamaannya Lengkap Arab Latin dan Artinya

18 Februari 2024 - 23:36

Doa Mendapatkan Jodoh Lengkap ARab Latin dan Artinya

31 Januari 2024 - 21:25

Trending di Doa
Buka