Puasa ·

Jenis-Jenis Puasa dan Bacaan Niat Puasa Wajib dan Sunnah Lengkap Arab Latin dan Artinya


Jenis-Jenis Puasa dan Bacaan Niat Puasa Wajib dan Sunnah Perbesar

Jenis-Jenis Puasa dan Bacaan Niat Puasa Wajib dan Sunnah

Simak ulasan tentang √ niat puasa wajib bulan Romadhon dan √ niat puasa sunnah yang diajarkan Rosululloh pada artikel ini.


Definisi Puasa

Puasa merupakan sebuah peribadatan yang diajarkan oleh agama Islam. Secara Bahasa, puasa itu berarti menahan.

Sementara itu, secara istilah syariat Islam, puasa adalah menahan diri dari berbagai hal yang bisa membatalkannya.

Puasa yang dimulai dari sejak terbit fajar (masuk waktu subuh) hingga terbenamnya matahari (masuk waktu magrib) disertai dengan niatan beribadah kedapa Alloh.

Puasa merupakan bentuk peribadatan yang dalam waktu pelaksanannya termasuk ibadah yang mudlayyaq.

Mudlayyaq artinya dalam sekali waktu hanya bisa untuk puasa sekali. Maksudnya, dalam sehari puasa itu adalah dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

Dalam sehari, puasa hanya bisa dilakukan satu kali saja. Tidak ada puasa selain itu dalam sehari karena puasa hanya bisa dilakukan satu kali dalam satu waktu puasa.

Hal itu berbeda dengan shalat. Jika satu waktu dalam shalat, sebut saja shalat Subuh, maka seorang muslim bisa menunaikan shalat qabliyah Subuh dahulu.

Ketika masuk masjid, bahkan bisa menunaikan sholat Tahiyatul masjid. Setelah wudhu juga bisa menunaikan sholat sunnah wudhu. Dalam sekali waktu Subuh, bisa dilaksanakan beberapa shalat.

Lain halnya dengan puasa. Waktu puasa itu dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

Sekali waktu puasa itu hanya bisa digunakan untuk sekali puasa. Tidak ada puasa lagi setelah itu atau berbarengan dengan puasa tersebut. Oleh karena itu, puasa itu disebut sebagai peibadatan yang bersifat muwassa’ (waktunya luas).

Hukum Puasa

Menurut hukumnya, puasa itu dibagi menjadi dua yaitu puasa wajib dan puasa sunnah.

Puasa wajib adalah puasa yang hukumnya wajib, artinya harus dikerjakan oleh orang-orang yang berstatus mukallaf.

Orang yang mengerjakan puasa wajib sesuai dengan rukun puasa, maka akan mendapatkan pahala dan orang yang meninggalkannya akan mendapat dosa.

Puasa sunnah adalah puasa yang hukumnya sunnah.

Puasa sunnah artinya ada keutamaan jika dikerjakan. Orang yang mengerjakan puasa sunnah akan mendapatkan pahala dan orang yang meninggalkannya tidak akan mendapatkan dosa.

Puasa Wajib Romadhon

Puasa yang hukumnya wajib adalah puasa Romadhon yang dikerjakan di bulan Romadhon penuh.

Puasa Romadhon ini dumulai dari tanggal pertama hingga tanggal terakhir pada bulan Romadhon tersebut.

Dalil yang mensyariatkan puasa di antaranya QS. Al-Baqoroh ayat 183:

یٰۤاَیُّہَا الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا کُتِبَ عَلَیۡکُمُ الصِّیَامُ کَمَا کُتِبَ عَلَی الَّذِیۡنَ مِنۡ قَبۡلِکُمۡ لَعَلَّکُمۡ تَتَّقُوۡنَ

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu shouma ghodin ngan ada-i fardhi syahri romadhoona haadzihis sanati lillahi tangaala.

“Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Romadhon tahun ini, karena Alloh Ta’ala”

Simak dan baca juga : Doa Berbuka Puasa

Puasa Sunnah

Sementara itu, puasa sunnah adalah puasa yang hukumnya sunnah. Puasa sunnah itu sangat banyak macamnya. Di antaranya adalah:

  1. Puasa Syawal
  2. Puasa Arofah
  3. Puasa Asyuro
  4. Puasa Syaban
  5. Puasa Senin Kamis
  6. Puasa Daud
  7. Puasa Ayyamul Bidh

Simak masing-masing penjelasan dari puasa sunnah berikut ini.

Puasa Syawal

Puasa Syawal adalah puasa selama enam hari di bulan Syawal. Hal itu sebagaimana sabda Rosululloh berikut.

Rosululloh bersabda:

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadan kemudian diikuti dengan berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti puasa setahun.” (HR.Muslim).

Hadits di atas menyatakan bahwa puasa Romadhon yang diikuti puasa sunnah selama enam hari di bulan Syawal itu pahalanya seperti puasa setahun.

Dengan demikian, puasa Syawal itu seolah-olah panen pahala karena keutamaannya begitu luar biasa.

Puasa Syawal bisa dilakukan selama enam hari berturut-turut di bulan syawal. Ada pula yang membolehkan bisa dilakukan secara tidak berturut-turut, asalkan selama enam hari di bulan Syawal.

Yang perlu menjadi catatan adalah bahwa puasa Syawal ini dilakukan di bulan Syawal selain pada tanggal 1 Syawal karena pada hari itu diharamkan berpuasa.

Tanggal 1 Syawal merupakan hari idul Fitri, oleh karenanya tidak diperbolehan berpuasa karena waktu itu adalah waktu untuk kembali berbuka (makan, minum, tidak berpuasa).

Mengenai waktu pelaksanaannya, puasa Syawal itu bisa dilakukan pada awal Syawal (kecuali tanggal 1 Syawal). Bisa pula di pertengahan bulan Syawal.

Puasa syawal juga bisa dilakukan di akhir bulan Syawal. Yang pasti, puasa tersebut selama enam hari dilakukan ketika masih bulan Syawal.

Setiap akan melakukan puasa, maka dianjurkan untuk mengawalinya dengan niat puasa agar ketika melakukan puasanya karena Alloh.

Berikut bacaan Niat Puasa Syawal lengkap arab latin dan artinya

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shouma ghodin ngan ada-i sunnatis Syawwali lillahi tangala.

“Saya niat berpuasa sunnah Syawal esok hari karena Alloh Ta’ala”.

Puasa Arofah

Puasa Arofah adalah puasa sunnah yang dilakukan pada hari Arofah. Hari Arofah itu jatuh setiap tanggal 9 Dzulhijjah.

Puasa Arofah merupakan puasa sunnah yang begitu dianjurkan karena manfaatnya sangat luar biasa, yaitu menghapus dosa setahun lalu dan setahun yang akan datang.

Rosululloh bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ

“Puasa Arofah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan dosa setahun yang akan datang.” (HR.Muslim).

Berdasarkan hadits di atas, puasa Arafah merupakan puasa sunnah yang begitu istimewa. Oleh karena itu, hendaknya umat Islam menunaikan ibadah puasa Arafah jika tidak sedang berhaji.

Pada hari Arofah, bagi orang yang menunaikan ibadah haji itu bertepatan dengan wukuf di padang Arafah.

Sementara itu, dianjurkan bagi orang yang tidak sedang menunaikan haji untuk puasa Arafah agar mendapatkan keutamaan yang luar biasa.

Berikut bacaan Niat Puasa Arofah lengkap arab latin dan artinya:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ عَرَفَةَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shouma ghodin ngan ada-i sunnati Arofah lillahi tangala.

“Saya niat berpuasa sunnah Arofah esok hari karena Alloh Ta’ala”.

Puasa Asyuro

Puasa Asyuro adalah puasa yang dilakukan pada setiap tanggal 10 Muharram.

Sebagaimana namanya, Asyura merupakan kata dari Bahasa Arab yang berarti 10. Maksudnya, puasa tersebut dilakukan pada tanggal 10 Muharram (bukan tanggal 10 selain bulan Muharram).

Bulan Muharrom merupakan bulan yang dimuliakan. Sebagaimana yang diketahui dalam syariat Islam bahwa bulan yang dimuliakan itu adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharrom, dan Sya’ban.

Sementara itu, pada bulan-bulan tersebut pahala akan dilipatgandakan untuk amalan-amalan kebaikan.

Dengan demikian, puasa Asyuro pada tanggal 10 Muharrom merupakan puasa yang jatuh pada bulan yang dimuliakan.

Oleh karena itu, puasa Asyuro merupakan puasa yang istimewa dan pahalanya pun istimewa karena dilakukan di bulan mulia.

Rosululloh pun sangat bersemangat untuk melakukan puasa Asyuro.

Hal itu senada dengan riwayat dari ibn Abbas Ra, dia berkata :

“Aku tidak pernah melihat Nabi Saw bersemangat puasa pada suatu hari yang lebih beliau utamakan atas selainnya kecuali pada hari ini, yaitu hari Asyura dan pada satu bulan ini, yaitu bulan Romadhon.” (HR.Bukhari dan Muslim).

Sementara itu, manfaat dari puasa Asyuro adalah menghapus dosa setahun yang telah lalu.

Rosululloh bersabda:

“Puasa hari Asyuro, sungguh aku berharap kepada Alloh agar menghapus dosa setahun yang telah lalu.” (HR.Muslim).

Berikut bacaan Niat Puasa Asyuro lengkap arab latin dan artinya:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ العَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shouma ghodin ngan ada-i sunnatil asyuro lillahi tangala.

“Saya berniat puasa sunah Asyuro esok hari karena Alloh Ta’ala”.

Puasa Sunnah Syaban

Sebagaimana bulan Dzulqo’dah, Dzulhijah, dan Muharrom.

Bulan Sya’ban juga merupakan kenikmatan yang luar biasa kerena Alloh melipatgandakan pahala pada amalan-amalan kebaikan yang dilakukan pada bulan-bulan tersebut.

Rosululloh juga sering mengisi bulan Sya’ban dengan puasa-puasa sunnah.

Bahkan, di bulan Sya’ban tersebut, Rosululloh melakukan puasa sunnah Syaban lebih banyak daripada di bulan-bulan lainnya.

Hal itu senada dengan riwayat dari Aisyah Ra, ia berkata:

“Rosululloh SAW biasa berpuasa, sampai kami katakan bahwa beliau tidak berbuka sampai kami katakana bahwa beliau tidak berpuasa. Aku tidak pernah sama sekali melihat Rosululloh berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Romadhon. Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Sya’ban.” (HR.Bukhori dan Muslim).

Berikut bacaan Niat Puasa Syaban lengkap arab latin dan artinya

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shouma ghodin ngan ada-i sunnati Sya‘bana lillahi tangala.

“Saya berniat puasa sunnah Sya‘ban esok hari karena Alloh Ta’ala”.

Puasa Sunnah Senin Kamis

Puasa pada setiap hari Senin dan Kamis merupakan jenis puasa yang sangat popular di kalangan masyarakat kita.

Bahkan pada masyarakat awam, mereka hanya mengenal puasa pada hari Senin dan Kamis sebagai puasa sunnah.

Sementara mereka tidak mengetahui puasa sunnah apa selain pada hari Senin dan Kamis tersebut. Hal itu menandakan bahwa jenis puasa sunnah ini merupakan puasa sunnah yang sangat popular di masyarakat.

Meski demikian, puasa Senin-Kamis ini bukan termasuk puasa yang mudah untuk dijalankan secara istikhamah.

Banyak di antara orang-orang yang melakukannya itu tidak kuat mengistikamahkan (secara rutin) bahkan hanya selama setahun.

Pada dasarnya, puasa Senin Kamis merupakan puasa sunah yang dianjurkan oleh Rosululloh. Beliau sendiri juga kerap melakukan puasa Senin-Kamis.

Rosululloh bersabda:

“Berbagai amalan dihadapan (kepada Alloh) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa.” (HR.Titmizi).

Dalam hadits di atas, Rosululloh menjelaskan bahwa hari Senin dan Kamis merupakan hari yang di dalamnya amalan manusia itu dihadapkan.

Alasan Rosululloh pun sederhana bahwa Beliau suka jika ketika amalan Beliau itu dihadapkan sementara Beliau dalam keadaan berpuasa.

Oleh karena itu, puasa Senin Kamis merupakan puasa yang istimewa dan dianjurkan.

Selain itu, melakukan amalan-amalan kebaikan pun bermanfaat karena pasti ada pahala besar di satu sisinya. Dan, puasa Senin-Kamis merpakan puasa sunah yang istimewa.

Berikut bacaan Niat Puasa Senin Kamis lengkap arab latin dan artinya:

  1. Niat Puasa Sunnah Hari Senin

    نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

    Nawaitu Shouma Yaumal Itsnaini Sunnatal Lillaahi Tangaalaa.

    “Saya niat puasa pada hari senin, sunah karena Alloh Ta’ala”.

  2. Niat Puasa Sunnah Hari Kamis

    نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

    Nawaitu Shouma Yaumal Khomiisi Sunnatal Lillaahi Tangaalaa.

    “Saya niat berpuasa pada hari kamis, sunah karena Alloh Ta’ala”.

Puasa Daud

Puasa Daud adalah puasa yang dilakukan dengan frekuensi yang sangat sering, yaitu sehari berpuasa dan sehari tidak. Begitu seterusnya dilakukan kecuali pada hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa.

Dengan demikian, puasa Daud adalah puasa yang sangat sulit dan sangat berat untuk dilakukan secara istiqomah. Jarang orang yang bisa mengistikamahkan puasa tersebut hingga kuat sampai bertahun-tahun lamanya.

Dalil dari puasa Daud ini sesuai sabda Rosululloh:

“Sesungguhnya puasa yang paling disukai oleh Alloh adalah puasa Nabi Daud…” (HR.Bukhori dan Muslim).

Menurut hadits di atas, puasa Daud itu dilakukan oleh Nabi Daud. Beliau puasa sehari dan tidak berpuasa sehari.

Karena yang melakukan adalah Nabi Daud, maka puasa sehari dan tidak puasa sehari disebut puasa Daud.

Berikut bacaan Niat Puasa Daud lengkap arab latin dan artinya:

نَوَيْتُ صَوْمَ دَاوُدَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shouma daawuda sunnatan lillaahi tangaalaa.

“Saya niat berpuasa Daud, sunnah karena Alloh Ta’ala”.

Puasa Sunnah Ayyamul Bidh

Ayyamul Bidh adalah tiga hari pada setiap bulannya yang ketika itu sinar rembulan sedang berkilauan.

Tiga hari itu adalah pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan pada kalender Hijriah.

Dalam penanggalan Hijriah yang mendasarkan penghitungannya pada gerakan bulan, bulan mulai tampak dengan sempurna dan sinarnya berkilauan itu jatuh pada tanggal 13, 14, dan 15. Sementara itu, puncak dari bulan purnama adalah tanggal 15.

Pada tiga hari tersebut umat Islam disunnahkan untuk melakukan puasa.

Hal itu didasarkan pada riwayat dari Ibn Milhan Al-Qsyiy dari ayahnya, dia berkata:

“Rosululloh biasa memerintahkan kepada kami untuk berpuasa pada ayyam al-bidl yaitu 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriah). Dan Beliau bersabda, “Puasa ayyamul bidh itu seperti puasa setahun”. (HR.Abu Dawud dan Al-Nasa’i).

Sementara itu, faidah dan keutamaan dari puasa tersebut sebagaimana riwayat di atas adalah bahwa pahala dari puasa dan ayyam al-bidl itu seperti melakukan puasa selama satu tahun.

Dengan demikian, puasa tersebut adalah puasa yang dianjurkan untuk menambah pundi-pundi pahala umat Islam.

Selain itu, Rosululloh juga mengistiqomahkan puasa tersebut.

Hal itu sebagaimana dalil dari Ibn Abbas Ra berikut:

“Rasulullah biasa berpuasa pada ayyamul bidh ketika tidak bepergian maupun ketika bersafar.” (HR.Al-Nasa’i).

Berikut ini bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh lengkap arab latin dan artinya:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shouma ghodin ayyamal bidhi sunnatan lillahi tangala.

“Saya niat berpuasa besok pada (ayyamul bidh) hari-hari putih sunah karena Alloh Ta’ala”.

Simak dan baca juga : Syarat Wajib Puasa


Demikian ulasan tentang puasa wajib dan puasa sunnah beserta niat puasa lengkap yang diajarkan oleh Rosululloh. Semoga Anda diberi kekuatan dan istiqomah dalam melaksanakan puasa wajib dan puasa sunnah, Aamin.

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Niat Puasa Rojab Lengkap Arab Latin dan Artinya

1 Juli 2024 - 17:44

Bacaan Niat Puasa Rojab Lengkap

Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Jasmani dan Rohani

19 Juni 2024 - 14:22

Manfaat Ibadah Puasa Bagi Kesehatan Jasmani dan Rohani

Niat Puasa Asyuro Lengkap Arab Latin dan Artinya serta Tatacara dan Keutamaannya

18 Juni 2024 - 23:20

Niat Puasa Asyuro Lengkap Tatacara dan Keutamaannya

Niat Puasa Syawal Lengkap Arab Latin dan Artinya serta Tata Cara dan Keutamannya

18 Juni 2024 - 23:12

Niat Puasa Syawal Lengkap Arab Latin dan Artinya serta Tata Cara dan Keutamannya

Niat Puasa Ayyamul Bidh, Apakah Bisa Digabung dengan Puasa Nisfu Syaban

23 Februari 2024 - 11:55

Niat Puasa Ayyamul Bidh Nisfu Syaban

Perbuatan dan Hal-Hal yang Membatalkan Puasa

21 Februari 2024 - 22:27

Perbuatan yang Membatalkan Puasa
Trending di Hukum
Buka