Hukum ·

Pengertian dan Penjelasan 6 Rukun Iman sesuai Urutan yang Benar


Pengertian dan Penjelasan 6 Rukun Iman sesuai Urutan yang Benar Perbesar

Sebagai umat muslim wajib hukumnya untuk tahu dan paham tentang Rukun Islam dan Rukun Iman. Karena kedua rukun inilah yang menjadi tonggak dan pondasi agama islam dan wajib diyakini serta mengamalkannya.

Pengertian Iman

Penjelasan dari bahasa Arab, iman artinya “percaya”. Pengertian iman lainnya adalah pengakuan yang melahirkan sikap menerima dan tunduk. Beberapa ulama madzhab Hanafi mengatakan bahwa iman itu adalah pengakuan dengan lisan dan pembenaran dengan hati.

Jadi berdasarkan penjelasan diatas, pengertian iman adalah membenarkan dengan hati, kemudian diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan tindakan (perbuatan).

Membenarkan dalam hati artinya apabila Anda melihat atau mendengar sesuatu yang berhubungan dengan kebenaran, maka anda akan meyakini secara penuh. Tidak ada kegundahan atau keragu-raguan dalam meyakininya. Terutama saat yakin tentang keberadaan Alloh SWT.

Mengucapkan secara lisan maksudnya setelah meyakini dalam hati, maka Anda bisa menyebarkan apa yang Anda yakini. Sehingga apa yang anda yakini tersebut dapat juga di terima oleh orang lain di sekitar Anda.

Sedangkan mengamalkannya dalam perbuatan adalah perwujudan fisik apa yang kita yakini. Tak hanya di yakini dalam hati ataupun diucapkan. Namun juga dengan mengamalkan yang Alloh SWT perintahkan dan menjauhi yang Alloh SWT larang.

Pengertian Rukun Iman

Rukun Iman adalah pondasi keimanan dari seorang muslim. Semua umat muslim harus mengamalkan rukun iman. Dengan mengaalkannya maka sesorang akan memiliki keimanan yang kuat.

Jika seseorang mengabaikan atau tidak mengamalkan rukun iman, maka akan dengan mudah diguncang hatinya dengan berbagai masalah dan kegelisahan dalam keimanan.

Terdapat 6 rukun iman, yang menjadi pondasi dan tiyang bagi seorang muslim yang harus diyakini. Rukun iman ada 6 yang harus diyakini dan memiliki urutan yang tetap.

Berikut ini 6 Rukun Iman secara Urut:

  1. Iman Kepada Alloh
  2. Iman Kepada Malaikat Alloh
  3. Iman Kepada Kitab-Kitab Alloh
  4. Iman Kepada Rosul-Rosul Alloh
  5. Iman Kepada Hari Akhir
  6. Iman Kepada Qodho dan Qodhar

Iman Kepada Alloh

Beriman kepada Alloh adalah rukun iman yang pertama bagi umat Islam. Hal ini sudah menjadi dasar dari Agama Islam. Karena Alloh adalah maha dari segalanya yang menguasai langit dan bumi beserta isinya.

Beriman kepada Alloh adalah yakin dan percaya kalau Alloh adalah Esa dan tidak ada duanya yang menjadi Tuhan dari seluruh umat manusia.

Yakin sama Alloh tidak hanya dengan kata-kata saja, tetapi juga dibuktikan dengan amal perbuatan untuk melaksanakan semua perintah-Nya dan meninggalkan semua larangan-Nya.

Bahkan bukan hanya manusia saja yang wajib yakin dan beribadah kepada Alloh. Dari bangsa Jin juga harus yakin dan beribadah kepada Alloh. Karena semua perbuatan umat manusia dan Jin akan ada hisabnya dan balasannya di akerat nanti.

Alloh berfirman dalam Surah Adz Dzariyat ayat 56

وَ مَا خَلَقۡتُ الۡجِنَّ وَ الۡاِنۡسَ اِلَّا لِیَعۡبُدُوۡنِ

“Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, kecuali agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat ayat 56).

Alloh memiliki sifat-sifat maha dari segalanya yang ada di seluruh isi alam semesta ini. Sifat-sifat wajib Alloh yang tersirat dalam Asmaul Husna.

Iman Kepada Malaikat Alloh

Beriman kepada malaikat-malaikat Alloh adalah rukun iman yang kedua bagi umat Islam. Alloh SWT telah menciptakan para malaikat untuk membantu menjalankan atau menyampaikan wahyu kepada para Nabi atau Rosul-Nya.

Para malaikat sebagai perantara antara Alloh dengan makhluk-makhluk-Nya. Malaikat menyampaikan wahyu kepada para Rosul Alloh untuk diteruskan kepada umat manusia.

Alloh berfirman dalam surah An Nahl ayat 2:

یُنَزِّلُ الۡمَلٰٓئِکَۃَ بِالرُّوۡحِ مِنۡ اَمۡرِہٖ عَلٰی مَنۡ یَّشَآءُ مِنۡ عِبَادِہٖۤ اَنۡ اَنۡذِرُوۡۤا اَنَّہٗ لَاۤ اِلٰہَ اِلَّاۤ اَنَا فَاتَّقُوۡنِ

“Alloh menurunkan para malaikat untuk membawa wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Alloh kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, yaitu: “Peringatkanlah olehmu sekalian, bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka hendaklah kamu bertakwa kepada-Ku”, (An-Nahl ayat 2).

Iman Kepada Kitab-Kitab Alloh

Beriman kepada kitab-kitab Alloh merupakan rukun iman yang ketiga bagi umat Islam. Alloh Swt telah mewahyukan ajaran ajaran-Nya kepada para Rosul yang harus disampaikan kepada umatnya.

Wahyu-wahyu tersebut kemudian dihimpun menjadi kitab suci yang menjadi pedoman pengikut para Rosul tersebut.

Tujuan Alloh SWT menurunkan kitab adalah untuk memberikan petunjuk-petunjuk kepada manusia dalam menjalani hidup di dunia. Dalam kitab-kitab berisi aturan-aturan mengenai kehidupan di dunia dan di akhirat.

Pengertian beriman kepada kitab-kitab Alloh

Beriman kepada kitab Alloh artinya meyakini bahwa Alloh telah menurunkan wahyu kepada Rosulnya yang berisi pokok ajaran agama. Dari isi kitab tersebut manusia diperintahkan untuk mengamalkannya.

Kitab suci diperlukan untuk menjadi pedoman setelah wafatnya Rosululloh. Ketika Rosululloh masih hidup, semua umat dapat menanyakan segala sesuatunya kepada Rosululloh. Namun setelah Rosululloh wafat, setiap umat dapat mengambil jawaban dari kitab-kitab Alloh.

Dengan demikian setiap umat dituntun untuk meyakini keberadaan kitab-kitab Alloh tersebut. Dari tafsir kitab-kitab ini, maka manusia bisa mendapatkan jawabannya.

Alloh berfirman dalam surah Al Baqoroh ayat 136

قُوۡلُوۡۤا اٰمَنَّا بِاللّٰہِ وَ مَاۤ اُنۡزِلَ اِلَیۡنَا وَ مَاۤ اُنۡزِلَ اِلٰۤی اِبۡرٰہٖمَ وَ اِسۡمٰعِیۡلَ وَ اِسۡحٰقَ وَ یَعۡقُوۡبَ وَ الۡاَسۡبَاطِ وَ مَاۤ اُوۡتِیَ مُوۡسٰی وَ عِیۡسٰی وَ مَاۤ اُوۡتِیَ النَّبِیُّوۡنَ مِنۡ رَّبِّہِمۡ ۚ لَا نُفَرِّقُ بَیۡنَ اَحَدٍ مِّنۡہُمۡ ۫ۖ وَ نَحۡنُ لَہٗ مُسۡلِمُوۡنَ

“Kami beriman kepada Alloh dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”, (QS Al Baqoroh ayat 136).

Kedudukan Kitab-Kitab Alloh

Kitab-kitab Alloh merupakan kumpulan wahyu yang berisi pokok-pokok ajaran Alloh. Dari segi kedudukannya, kitab Alloh merupakan wahyu yang menjadi pedoman bagi umat manusia.

Isi Pokok-Pokok Kitab Alloh

Alloh telah menurunkan 4 kitab melalui malaikat Jibril kepada para Nabi dan Rosul-Nya. 4 kitab yang diturunkan kepada para Nabi yaitu Taurot, Zabur, Injil dan Al Quran. Berikut isi pokok-pokok kitab Alloh.

1. Kitab Taurot

Kitab Taurot adalah kitab Alloh yang diturunkan kepada nabi Musa.

Alloh berfirman dalam surah Al Baqoroh ayat 87

وَ لَقَدۡ اٰتَیۡنَا مُوۡسَی الۡکِتٰبَ وَ قَفَّیۡنَا مِنۡۢ بَعۡدِہٖ بِالرُّسُلِ ۫ وَ اٰتَیۡنَا عِیۡسَی ابۡنَ مَرۡیَمَ الۡبَیِّنٰتِ وَ اَیَّدۡنٰہُ بِرُوۡحِ الۡقُدُسِ

“Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurot) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rosul-rosul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mukjizat) kepada Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus”, (QS Al Baqoroh ayat 87).

Kitab Taurot adalah kitab pertama yang Alloh turunkan.

Isi pokok dari kitab Taurot yang terkenal dengan 10 perintah Alloh adalah:

  1. Perintah untuk meng-Esa-kan Alloh
  2. Larangan meneyembah patung atau berhala
  3. Larangan menyebut nama Alloh dengan sia-sia
  4. Perintah menyucikan hari sabtu
  5. Perintah menghormati kedua orang tua
  6. Larangan membunuh sesama manusia
  7. Larangan berbuat zina
  8. Larangan mencuri
  9. Larangan menjadi saksi palsu
  10. Larangan mengambil hak orang lain

2. Kitab Zabur

Kitab Zabur adalah kitab Alloh yang diturunkan kepada nabi Daud.

Alloh berfirman dalam surah Al Isro ayat 55

وَ رَبُّکَ اَعۡلَمُ بِمَنۡ فِی السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ ؕ وَ لَقَدۡ فَضَّلۡنَا بَعۡضَ النَّبِیّٖنَ عَلٰی بَعۡضٍ وَّ اٰتَیۡنَا دَاوٗدَ زَبُوۡرًا

“Dan Tuhan-mu lebih mengetahui siapa yang (ada) di langit dan di bumi. Dan sesungguhnya telah Kami lebihkan sebagian nabi-nabi itu atas sebagian (yang lain), dan Kami berikan Zabur kepada Daud”, (Al Isra ayat 55).

Kitab Zabur diturunkan karena setelah nabi Musa meninggal dunia, kitab Taurot diingkari oleh umat nabi Musa. Kitab Zabur ini sebagai pengganti sekaligus melengkapi ajaran-ajaran yang ada pada kitab Taurot.

Kitab Zabur berasal dari kata “Zabara” yang berarti menulis. Makna aslinya adalah kitab yang tertulis. Zabur dalam bahasa arab dikenal dengan sebutan “Mazmuur” dan dalam bahasa ibrani disebut “Mizmar” yaitu nyayian rohani yang dianggap suci.

Pada kitab Zabur berisi kumpulan mazmuur atau nyanyian rohani yang dianggap suci dari nabi Daud. Ada 150 nyanyian tentang perjalanan hidup nabi Daud mulai dari kejatuhannya, dosanya dan pengampunan dosanya oleh Alloh SWT.

Pada kitab Zabur tidak mengandung hukum-hukum dan syariat. Hal ini karena nabi Daud diperintahkan oleh Alloh SWT untuk mengikuti aturan yang dibawa nabi Musa dalam kitab Taurot.

3. Kitab Injil

Kitab injil merupakan kitab Alloh yang diturunkan kepada nabi Isa.

Alloh berfirman dalam surah Al Maidah ayat 46

وَ اٰتَیۡنٰہُ الۡاِنۡجِیۡلَ فِیۡہِ ہُدًی وَّ نُوۡرٌ ۙ وَّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَیۡنَ یَدَیۡہِ مِنَ التَّوۡرٰىۃِ وَ ہُدًی وَّ مَوۡعِظَۃً

“Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurot. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa”, (QS Surah Al Maidah ayat 46).

Kata injil semula berasal dari bahasa Yunani “Euangelion” yang berarti kabar gembira. Kemudian diterjemahkan dalam bahasa arab yang berarti Injil.

Makna dari kabar gembira adalah karena nabi Isa memberikan kabar gembira kepada umatnya jika akan ada Nabi terakhir. Nabi terakhir itu adalah nabi Muhammad sebagai penutup para Nabi untuk seluruh alam.

Isi pokok kitab Injil adalah:

  1. Perintah untuk kembali meng-esa-kan Alloh
  2. Membenarkan keberadaan kitab Taurot
  3. Menghapus beberapa hukum dalam kitab Taurot yang tidak sesuai dengan perkembagan jaman
  4. Menjelaskan bahwa kelak akan ada Nabi setelah nabi Isa yaitu nabi Muhammad

4. Kitab Al Quran

Kitab Al Quran adalah kitab Alloh yang diturunkan kepada nabi Muhammad Saw.

Alloh berfirman dalam surah An Nisa ayat 105

اِنَّاۤ اَنۡزَلۡنَاۤ اِلَیۡکَ الۡکِتٰبَ بِالۡحَقِّ لِتَحۡکُمَ بَیۡنَ النَّاسِ بِمَاۤ اَرٰىکَ اللّٰہُ ؕ وَ لَا تَکُنۡ لِّلۡخَآئِنِیۡنَ خَصِیۡمًا

“Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Alloh wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat”, (QS Surah An Nisa ayat 105).

Al Quran diturunkan dalam bahasa arab. Di dalam Al Quran mengandung hukum-hukum serta peraturan yang lengkap.

Aturan-aturan itu meliputi seluruh aspek kehidupan manusia agar mendapatkan kemakmuran di dunia dan di akherat. Al Quran diturunkan untuk semua umat manusia bukan untuk sebagian kaum saja.

Isi pokok kitab Al Quran adalah :

  1. Aqidah atau keyakinan
  2. Berisi tentang hal-hal yang berkaitan dengan keyakinan kepada Alloh SWT. Seperti meng-esa-kan Alloh, meyakini malaikat Alloh dan meyakini hal-hal yang ghaib.
  3. Akhlak atau budi pekerti
  4. Berisi tentang aturan-aturan yang pembinaan akhlak mulai dan menhindari akhlak tercela.
  5. Ibadah
  6. Berisi tentang tata cara ibadah, baik itu ibadah mahdoh maupun ibadah gair mahdoh.
  7. Muamallah
  8. Berisi tentang aturan hidup bermasyarakat yang berkaitan dengan tata cara berhubungan kepada sesama manusia.
  9. Tarikh atau sejarah
  10. Berisi tentang kisah-kisah dari orang-orang terdahulu.

Iman Kepada Rosul-Rosul Alloh

Iman kepada Rosul-Rosul Alloh artinya meyakini adanya manusia yang telah dipilih oleh Alloh sebagai utusan-Nya. Seseorang tidak dikatakan mukmin jika meragukan atau mengingkari adanya Rosul-Rosul Alloh.

Alloh mengutus Rosul-Rosul-Nya untuk menyampaikan ajaran kepada seluruh umat manusia. Selain itu juga memberi berita gembira tentang adanya surga bagi orang-orang yang beriman dan beramal sholeh. Juga memberikan berita duka tentang neraka bagi orang-orang yang duhaka.

Dalam menjalankan tugasnya, para Rosul dikaruniai kekuatan dan kesabaran yang luar biasa. Bahkan seolah tidak mnegenal lelah dan putus asa. Para Rosul juga tidak mengharapkan upah atau bayaran dalam menyampaikan ajarannya kepada umat manusia.

Alloh berfirman dalam Surah An Nahl ayat 36:

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اُعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ

“Sungguh benar-benar Kami telah mengutus pada setiap umat seorang rosul (yang menyampaikan) ‘beribadahlah kalian kepada Alloh dan jauhilah thaghut.” (QS. An-Nahl ayat 36)

Agama islam tidak membedakan penyikapan terhadap rosul-rosul Alloh. Semua adalah utusan Alloh SWT. Rosul-Rosul Alloh adalah orang-orang terpilih dari kaum laki-laki sesuai dengan kehendak-Nya.

Jika diteliti dengan seksama, para Nabi adalah orang yang memiliki kelebihan dibanding dengan yang lain pada jamannya.

Jumlah Nabi dan Rosul menurut informasinya sangat banyak, namun yang wajib diketahui sebagaimana disebutkan dalam Al Quran adalah 25 Nabi.

Berikut nama-nama Nabi yang harus diyakini sesuai dengan isi dan petunjuk Al Quran

NoNama Nabi
1Adam
2Idris
3Nuh
4Hud
5Saleh
6Ibrahim
7Luth
8Ismail
9Ishaq
10Yakub
11Yusuf
12Ayub
13Syuaib
14Musa
15Harun
16Yulkifli
17Daud
18Sulaiman
19Ilyas
20Ilyasa
21Yunus
22Zakaria
23Yahya
24Isa
25Muhammad

Dari 25 nama Nabi atau Rosul utusan Alloh diatas, terdapat 5 Nabi atau Rosul yang memiliki derajat tinggi yang disebut dengan Ulul Azmi. Ulul Azmi yang berarti keaguangan.

Simak dan baca juga : Sifat Wajib Nabi

5 Nabi yang mendapat julukan ulul Azmi adalah:

  1. Nabi Nuh
  2. Nabi Ibrahim
  3. Nabi Musa
  4. Nabi Isa
  5. Nabi Muhammad

Iman Kepada Hari Akhir

Iman kepada hari akhir atau hari kiamat adalah rukun iman yang kelima. Semua umat muslim di dunia harus meyakini adanya hari kiamat atau hari berakhirnya jaman. Hari dimana alam semesta dan isinya akan dihancurkan dan diluluhlantahkan oleh Alloh.

Pada waktu hari kiamat nanti alam semesta akan hancur dan semua manusia akan binasa. Setelah hancurnya semua alam semesta, maka nanti Alloh akan membangkitkan semua umat manusia. Pada hari kiamat ini tidak satupun yang bisa lolos dari kematian.

Setiap manusia dari jaman nabi Adam sampai manusia yang mengalami hari kiamat akan dihisab sesuai dengan perbuatannya, yang akan menentukan apakah ke Surga atau ke Neraka.

Sebagai umat muslim, wajib meyakini adanya hari kiamat dimana alam semesta hancur dan manusia binasa. Semoga Alloh menyelamatkan kita dari datangnya hari kiamat yang mengerikan.

Dengan menanamkan keyakinan tentang hari kiamat atau hari akhir, maka akan membuat kita semakin berserah diri kepada Alloh. Yakin bahwa akan ada hari pembalasan dengan begitu akan membuat kita semakin taat menjalankan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya.

Alloh berfirman dalam surah Al Hajj ayat 6-7,

ذٰلِکَ بِاَنَّ اللّٰہَ ہُوَ الۡحَقُّ وَ اَنَّہٗ یُحۡیِ الۡمَوۡتٰی وَ اَنَّہٗ عَلٰی کُلِّ شَیۡءٍ قَدِیۡرٌ

وَّ اَنَّ السَّاعَۃَ اٰتِیَۃٌ لَّا رَیۡبَ فِیۡہَا ۙ وَ اَنَّ اللّٰہَ یَبۡعَثُ مَنۡ فِی الۡقُبُوۡرِ

“Yang sedemikian itu supaya kamu mengerti bahwa Tuhan Alloh itu Tuhan yang benar dan Tuhan itu menghidupkan segala yang telah mati. Lagi Alloh itu maha kuasa atas segala sesuatu. Dan sesungguhnya kiamat itu pasti datang, tidak ragu lagi. Tuhan Alloh benar-benar akan membangkitkan orang-orang yang ada dalam kubur”, (QS Al Hajj ayat 6-7).

Alloh juga berfirman dalam surah Az Zumar ayat 68,

وَ نُفِخَ فِی الصُّوۡرِ فَصَعِقَ مَنۡ فِی السَّمٰوٰتِ وَ مَنۡ فِی الۡاَرۡضِ اِلَّا مَنۡ شَآءَ اللّٰہُ ؕ ثُمَّ نُفِخَ فِیۡہِ اُخۡرٰی فَاِذَا ہُمۡ قِیَامٌ یَّنۡظُرُوۡنَ

“Sungguh pada hari kiamat akan ditiup sangkakala (terompet) dan matilah sekalian apa yang ada di langit dan yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Alloh. Kemudian akan ditiup sangkala sekali lagi, kemudian mereka sekalian akan bangkit memandang (menunggu keputusan).” (QS Az Zumar ayat 68).

Iman Kepada Qodho dan Qodar

Qodho dan Qodar selalu menjadi paduan kata yang saling berdampingan. Namun sebenarnya Qodho dan Qodar memiliki arti yang sangat berbeda. Keduanya memberi pengaruh yang besar terhadap kehidupan manusia.

Alloh berfirman dalam surah Al hajj ayat 70:

أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ ۗ إِنَّ ذَٰلِكَ فِي كِتَابٍ ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ

“Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Alloh mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi?, bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Alloh”, (QS. Al Hajj ayat 70)

Apakah pengertian qodho dan qodar itu?

1. Pengertian Qodho

Arti kata Qodho secara bahasa adalah “ketetapan”. Dalam hal ini ketetapan atau kepastian yang sudah diputuskan oleh Alloh sebelum kelahiran seseorang.

Ketetapan yang mempengaruhi setiap kehidupan manusia. Karena Alloh SWT telah mengatur kehidupan setiap umat, bahkan ketetapan telah diberikan jauh sebelum kelahiran manusia-manusia ke bumi.

2. Pengertian Qodar

Dapat diartikan bahwa Qodar merupakan “ukuran” atau “pertimbangan”. Dapat disimpulkan bahwa Qodar adalah suatu pertimbangan yang telah diputuskan oleh Alloh SWT kepada setiap diri manusia.

Jika Qodha adalah ketetapan atau aturan, Qodar adalah ukuran atau pertimbangan. Namun istilah tersebut digunakan secara bersamaan untuk menggambarkan sebuah kepastian mengenai hukum dari Alloh SWT.

Istilah Qodho dan Qodar dikenal dengan istilah takdir, yaitu ketetapan yang sudah diputuskan oleh Alloh SWT. Takdir menjadi satu yang mengikat pada kehidupan. Merupakan suatu ketetapan dan bergantung dengan kegiatan manusia itu sendiri.

Takdir dibagi 2 yaitu:

1. Takdir Muallaq

Merupakan bagian dari Qodho dan Qodar yaitu takdir muallaq. Takdir Muallaq adalah suatu ketetapan yang sudah ditetapkan oleh Alloh sejak zaman Azali.

Namun dalam kenyataan pada kehidupan manusia, takdir ini dapat berubah menyesuaikan dengan perbuatan manusia itu sendiri.

Takdir muallaq tersebut seperti kemiskinan yang tidak akan terjadi pada orang yang hemat dan rajin bekerja. Nilai jelek tidak diperoleh siswa yang memperhatikan dan belajar dengan giat.

Jadi Takdir Muallaq adalah takdir yang masih bisa dirubah oleh manusia itu sendiri sesuai dengan kehidupannya.

2. Takdir Mubrom

Takdir mubrom adalah takdir yang merupakan ketetapan yang tidak dapat ditawar atau diubah.

Takdir Mubram itu seperti kematian, kelahiran, dan jodoh. Namun sebenarnya tidak hanya itu. Termasuk didalamnya adalah tentang kiamat, tentang siapa orang tua kita.

Ketetapan-ketetapan diatas tidak dapat diubah oleh manusia, karena sudah menjadi ketetapan Alloh SWT.

Jadi iman kepada Qodho dan Qodar adalah kita sebagai umat muslim yakin dengan ketetapan Alloh itu ada. Bahwa kelahiran, kematian dan jodoh sudah menjadi keputusan Alloh SWT.

Kita hanya bisa berserah diri kepada Alloh dengan selalu yakin bahwa keputusan Alloh SWT adalah keputusan yang terbaik buat kita.

Kita harus tetap berusaha dan berjuang untuk bisa merubah ke takdir yang lebih baik untuk takdir yang bisa kita perjuangkan. Seperti kepandaian, kekayaan, kesehatan dan lain sebagainya.

Simak dan baca : Rukun Islam

Demikian ulasan tentang 6 rukun iman yang harus di yakini oleh setiap umat muslim. Sebagai muslim yang baik harus selalu yakin dan percaya dengan 6 rukun iman tersebut.

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Manfaat Sedekah serta Keutamaannya bagi Umat Muslim

23 Februari 2024 - 15:17

Perbuatan yang Membatalkan Puasa

21 Februari 2024 - 22:27

Pengertian dan Daftar 99 Al Asmaul Husna Lengkap Arab Latin dan Artinya

31 Januari 2024 - 21:32

Wanita Sholehah

13 Januari 2024 - 18:10

Keistimewaan Sholat Wajib dan Keutamaannya Sesuai Al-Quran dan Hadits

25 Desember 2023 - 11:05

Keutamaan Sholat Wajib dan Keistimewaan sesuai Al-Qur’an & Hadits

Perbuatan yang Membatalkan dan Hal yang Dimakruhkan dalam Sholat

24 Desember 2023 - 17:54

Perbuatan yang Membatalkan dan Hal yang Dimakruhkan dalam Sholat
Trending di Hukum
Buka