Hukum ·

Pengertian dan Penjelasan 5 Rukun Islam sesuai Urutan yang Benar


Penjelasan Rukun Islam dan Pengertian 5 Rukun Islam sesuai Urutan yang Benar Perbesar

Penjelasan Rukun Islam dan Pengertian 5 Rukun Islam sesuai Urutan yang Benar

Simak ulasan tentang √ 5 rukun islam dan √ penjelasan lengkap tentang syahadat, sholat, puasa, zakat dan haji pada artikel berikut.


Baru-baru ini di dunia maya dihebohkan dengan video anak-anak SMA yang tidak tahu rukun islam dan rukun iman. Mereka masih bingung dan terbalik-balik urutannya ketika menjawab pertanyaannya.

Video yang berdurasi sekitar 5 menit tersebut menunjukkan beberapa anak SMA yang ditanya soal rukun iman dan rukun islam dan tidak bisa menjawabnya dengan urut.

Untuk anak SMA yang tidak tahu tentang urutan rukun islam dan rukun iman ini benar-benar sangat memprihatinkan.

Pada kesempatan ini kami akan membahas tentang rukun islam, urutan rukun islam dan siapa saja yang wajib mengamalkan rukun islam.

Rukun Islam

Orang yang memeluk agama islam atau disebut dengan orang muslim wajib hukumnya untuk mengetahui dan memahami rukun islam. Jadi seseorang akan sah disebut sebagai orang muslim, jika ia telah mengamalkan rukun islam.

Walau ada syarat-syarat untuk yang wajib dan sunnah atau bahkan tidak wajib mengamalkannya.

Rukun islam terdiri dari 5 amalan, yaitu:

  1. Mengucapkan dua kalimat syahadat.
  2. Mendirikan sholat.
  3. Mengerjakan puasa di bulan Romadhon.
  4. Menunaikan zakat.
  5. Naik haji ke Baitulloh al Harom jika mampu.

Pembelajaran dan pengenalan rukun islam ini sudah dipelajari sejak kecil. Sejak duduk di bangku SD atau sekolah di Madrasah sudah ada pembahasan tentang urutan rukun islam ini.

Namun pada kali ini akan diulas lebih detail dan lebih rinci. Hal ini bertujuan untuk lebih memahami dan mengerti lebih rinci tentang agama Islam.

Rasulullah bersabda :

“Agama Islam berdiri kokoh atas lima dasar utama, yaitu mengucapkan dua kalimat syahadat yang menyatakan bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, berpuasa di bulan Ramadhan, mengeluarkan zakat, dan melaksanakan haji ke makkah.”

Pernyataan diatas dipertegas lagi oleh sahabat nabi Abu Abdirrohman Abdulloh bin Umar bin Khottob bahwa beliau pernah mendengar Rosululloh bersabda:

“Bahwa islam berdiri dan dibangun atas lima hal utama, yaitu menyatakan kesaksian atas keesaan Alloh dan Rosululloh sebagai utusan Alloh, mengerjakan sholat, mengeluarkan zakat, pergi haji dan berpuasa saat bulan Romadhon.”

Rukun islam sangat penting bagi orang islam. Disebutkan dalam hadist diatas bahwa 5 rukun islam menjadi pilar utama untuk kokohnya agama islam seseorang.

Oleh sebab itu, seorang muslim yang taat harus benar-benar mengamalkan dan mengerjakan 5 rukun islam dengan sungguh-sungguh.

Simak pembahasan secara lengkap tentang rukun-rukun islam dengan makna-makna setiap rukunnya beserta dalil berikut.

Mengucapkan Dua Kalimat Syahadat

Mengucapkan dua kalimat syahadat wajib hukumnya bagi seseorang yang ingin menjadi muslim. Mengucapkan dua kalimat syahadat berarti setiap umat muslim akan dinyatakan sebagai seorang muslim setelah mengucapkan dua kalimat syahadat dan disaksikan oleh orang muslim lainnya.

Dua Kalimat Syahadat tersebut merupakan gabungan dari Syahadat Tauhid dan Syahadat Rosul.

Bacaan Syahadat Tauhid

Berikut ini teks bacaan syahadat tauhid lengkap arab latin dan artinya:

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ

Asy-hadu allaa ilaaha illallooh

Aku bersaksi tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Alloh

Bacaan Syahadat Rosul

Berikut ini teks bacaan syahadat rosul lengkap arab latin dan artinya:

أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

Asy-hadu anna muhammadar rosuulullooh

Aku bersaksi bahwa nabi Muhammad adalah utusan Alloh

Kalimat syahadat diatas wajib dipahami dan bisa melafalkan atau mengucapkannya. Karena dari kalimat syahadat inilah bukti kalau seseorang yakin dan bersaksi terhadap Alloh yang patut disembah dan nabi Muhammad adalah utusan-Nya.

Setelah mengucapkan dua kalimat syahadat maka seseorang akan menjadi muslim atau beragama islam. Setelah menjadi muslim tugas belum selesai. Anda harus yakin dan taat untuk mengamalkan segala perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya.

Bagaimana, untuk menjadi seorang muslim sangat mudah bukan?

Memang untuk menjadi seorang muslim, kita cenderung di mudahkan, karena tak ada yang sulit di dalam islam.

Setelah rukun islam yang pertama diucapkan Anda akan menjadi muslim. Tapi jika ingin menjadi seorang muslim yang taat, Anda juga harus mengamalkan dan mengimaninya.

Bagaimana cara mengamalkan dan mengimani dua kalimat syahadat?

Dalam dua kalimat syahadat tersebut wujud dari iman kepada Alloh bahwa hanya Alloh yang patut disembah dan Alloh adalah Esa. Tidak ada Tuhan selain Alloh dan Alloh yang menguasai alam semesta seluruh isinya.

Sedangkan Nabi bukanlah Tuhan, Nabi adalah utusan-Nya yang patut dimuliakan. Anda yakin bahwa nabi Muhammad adalah utusan-Nya yang bertugas menyampaikan wahyu kepada umatnya.

Mendirikan Sholat

Rukun Islam Kedua: Mendirikan Sholat Fardhu 5 Waktu

Rukun Islam Kedua: Mendirikan Sholat Fardhu 5 Waktu

Setelah menjadi seorang muslim, dilanjutkan dengan mengerjakan rukun islam yang kedua. Rukun islam yang ke-2 adalah mendirikan sholat. Sholat yang dikerjakan ada sholat yang wajib dan ada juga sholat yang sunnah.

Sholat yang wajib dikerjakan adalah sholat fardhu atau sholat wajib. Sholat wajib ini juga disebut sebagai sholat 5 waktu, karena dikerjakan dalam 5 waktu yang berbeda dalam sehari. Wajib disini maksudnya jika dikerjakan akan mendapat pahala dan jika ditinggalkan akan mendapat dosa.

Sholat Wajib dikerjakan sesuai waktu yang sudah ditetapkan. Jadwal Sholat Wajib mulai dari waktu Sholat Subuh sampai Sholat Isya sudah ada waktunya yang penetapannya mengikuti pergerakan matahari.

Sedangkan Sholat Sunnah adalah sholat yang disunahkan untuk dikerjakan. Sholat sunah adalah sholat yang jika dikerjakan akan mendapat pahala dan memberikan manfaat dan jika tidak dikerjakan tidak apa-apa.

Sholat 5 waktu terdiri dari :

  1. Sholat Subuh yang dikerjakan pada waktu subuh, sebelum terbitnya matahari (Antara jam 04.00 sampai 05.00).
  2. Sholat Dhuhur yang dikerjakan di siang hari (Antara jam 12.00 sampai 12.30).
  3. Sholat Ashar yang dikerjakan pada waktu sore hari (Antara jam 15.00 sampai 15.30).
  4. Sholat Maghrib yang dikerjakan saat datangnya malam (Antara jam 17.45 sampai 18.15).
  5. Sholat Isya yang dikerjakan pada waktu malam hari (Antara jam 19.00 sampai 19.30).

Jumlah Rokaat dalam Sholat 5 waktu

  1. Sholat Subuh yang berjumlah 2 rokaat.
  2. Sholat Dhuhur yang berjumlah 4 rokaat.
  3. Sholat Ashar yang berjumlah 4 rokaat.
  4. Sholat Maghrib yang berjumlah 3 rokaat.
  5. Sholat Isya yang dikerjakan berjumlah 4 rokaat.

Sebagai seorang muslim yang taat, tidak boleh meninggalkan sholat 5 waktu, karena kelima waktu sholat tersebut adalah wajib. Meskipun Anda sedang berada dalam perjalanan atau dalam keadaan sakit sekalipun.

Sedangkan sholat sunnah seperti Sholat Tahiyatul MasjidSholat Rowatib, Sholat Hajat, Sholat Tahajud, Sholat Fajar, Sholat Istikhoroh, Sholat Ied dan sholat sunnah lain di luar sholat wajib lima waktu yang telah disebutkan di atas.

Allah berfirman dalam surat An-Nisa’ ayat 103:

اِنَّ الصَّلٰوۃَ کَانَتۡ عَلَی الۡمُؤۡمِنِیۡنَ کِتٰبًا مَّوۡقُوۡتًا

“Sesungguhnya sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.”

Sholat harus dikerjakan dalam keadaan suci karena ada syarat sahnya sholat. Dikerjakan di tempat yang suci dan menggunakan pakaian yang suci juga. Suci disini maksudnya tidak harus baru atau bagus, tapi terbebas dari hadast atau najis.

Dalam keadaan apapun, seseorang wajibkan untuk tetap melaksanakan sholat sesuai dengan gerakan rukun shalat. Namun bagi yang sedang sakit, terdapat keringanan. Ia dapat meaksankan sholat dengan posisi tidur dan hanya menggunakan isyarat tubuhnya.

Simak dan baca juga : Sholat Jumat

Puasa Bulan Ramadhan

Rukun Islam Ketiga: Puasa di Bulan Romadhon

Rukun Islam Ketiga: Puasa di Bulan Romadhon

Setelah menjadi seorang muslim, dilanjutkan dengan mengerjakan rukun islam yang ketiga. Rukun islam yang ke-3 adalah mengerjakan puasa. Puasa juga memiliki dua jenis yaitu ada Puasa Wajib dan ada pula Puasa Sunnah, namun yang dimaksud disini adalah Puasa Fardhu yang dikerjakan pada Bulan Romadhon.

Puasa adalah kegiatan menahan dan mengendalikan nafsu mulai dari terbitnya matahari sampai dengan terbenamnya matahari.

Selama berpuasa kalian juga tidak boleh makan dan minum, bahkan merokok sekalipun. Hindari perbuatan yang membatalkan puasa selama mengerjakan puasa. Maka agar kuat menahan lapar dan dahaga pada waktu berpuasa, dianjurkan untuk bersahur sebelum datangnya waktu imsak.

Puasa yang wajib dilaksanan oleh seorang muslim adalah berpuasa di Bulan Romadhon. Bulan Romadhon adalah salah satu bulan di kalender Islam. Jadi berpuasa di bulan Romadhon adalah berpuasa penuh selama 1 bulan pada bulan tersebut.

Untuk itu bulan Romadhon merupakan bulan yang dipenuhi dengan berkah dan bulan paling mulia dalam islam. Karena pada bulan ini semua umat muslim berlomba-lomba untuk melaksanakan kegiatan baik dan Alloh SWT menjanjikan pahala yang besar.

Alloh berfriman dalam surat Al Baqoroh ayat 183:

یٰۤاَیُّہَا الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا کُتِبَ عَلَیۡکُمُ الصِّیَامُ کَمَا کُتِبَ عَلَی الَّذِیۡنَ مِنۡ قَبۡلِکُمۡ لَعَلَّکُمۡ تَتَّقُوۡنَ

“Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaiman diwajibkan orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.”

Dalam ayat ini dijelaskan bahwa puasa tidak hanya untuk umat muslim saja, namun berpuasa juga diperintahkan kepada umat terdahulu.

Rosululloh bersabda:

“Surga memiliki sebuah pintu yang dinamakan Ar-Rayyan. Dimana orang yang masuk melalui pintu tersebut saat hari kiamat nanti merupakan golongan orang-orang yang rajin berpuasa.” (H.R. Bukhori dan Muslim)

Pada ayat diatas menjelaskan bahwa berpuasa adalah suatu kegiatan yang sangat mulia di hadapan Alloh. Bahkan mendapat pintu tersendiri ketika akan memasuki surga.

Puasa Romadhon wajib dikerjakan oleh semua orang muslim yang sudah memenuhi syarat wajib Puasa. Yaitu umat muslim yang sudah baligh, sehat dan tidak gila.

Khusus untuk perempuan tidak diwajibkan berpuasa jika sedang haid atau sedang masa nifas.

Selain berpuasa di bulan Romadhon yang hukumnya wajib, ada juga puasa yang hukumnya sunah. Jika dikerjakan akan mendapat pahala dan manfaat yang luar biasa.

Puasa sunah itu seperti puasa sunah senin kamispuasa sunnah nabi Daudpuasa sunnah bulan Sya’ban, Puasa Ayyamul Bidh dan masih banyak lagi puasa sunah lainnya.

Mengeluarkan Zakat

Rukun Islam yang Ke-4: Mengeluarkan Zakat Fitrah

Rukun Islam yang Ke-4: Mengeluarkan Zakat Fitrah

Menjadi seorang muslim yang taat, dilanjutkan dengan mengerjakan rukun islam yang keempat. Rukun islam yang ke-4 adalah mengeluarkan zakat.

Zakat adalah mengeluarkan sebagian harta kita kepada orang lain. Karena dalam harta yang kita peroleh atau kita miliki ada hak-hak orang lain.

Zakat juga berguna untuk membersihkan harta kita. Bila Anda sudah mengeluarkan zakat, maka Alloh SWT akan mempercayakan harta lain kepada kita kembali.

Simak dan baca juga : Doa Rezeki Lancar

Seperti Sholat Wajib dan Puasa, Zakat juga ada yang wajib dan yang sunah. Zakat yang wajib disebut zakat fitrah yang dikeluarkan pada bulan Romadhon. Dan zakat yang sunah disebut zakat mal, yaitu zakat yang dikeluarkan berdasarkan hasil niaga.

Jumlah zakat fitrah yang wajib diserahkan sebesar 2.5 kg beras atau bisa diganti dengan uang yang setara dengan harga 2.5 kg beras.

Dan untuk zakat mal ada perhitungannya tersendiri. Anda bisa berkonsultasi dengan badan zakat nasional atau BAZARNAZ. Namun Anda juga bisa memperkirakan zakat mal yang diserahkan sebesar 2.5% dari harta yang diperoleh dari perniagaan.

Zakat bermanfaat untuk digunakan sebagai subsidi silang, agar para fakir dan miskin masih bisa melangsungkan kehidupannya dengan memperoleh zakat.

Allah berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 43:

وَ اَقِیۡمُوا الصَّلٰوۃَ وَ اٰتُوا الزَّکٰوۃَ وَ ارۡکَعُوۡا مَعَ الرّٰکِعِیۡنَ

“Dan dirikanlah sholat, serta tunaikkan zakat, dan ruku’lah bersama dengan orang-orang yang ruku”.

Naik Haji Bagi yang Mampu

Rukun Islam yang Ke-5: Menunaikan Ibadah Haji bagi yang mampu

Rukun Islam yang Ke-5: Menunaikan Ibadah Haji bagi yang mampu

Menjadi seorang muslim yang taat, dilanjutkan dengan mengerjakan rukun islam yang kelima. Rukun islam yang ke-5 adalah menunaikan Haji bila mampu.

Menunaikan haji bila mampu dimaksudkan adalah menjadi wajib hukumnya bagi yang mampu dan di sunahkan bagi yang tidak mampu. Mampu dalam ha ini adalah mampu secara finansial dan mampu secara fisik.

Karena menunaikan haji adalah ibadah dengan mengunjungi kota Mekah dan Madinah di Saudi Arabia. Di Mekah nanti melakukan rukun haji yang berupa kegiatan seperti melempar jumrah, melakukan tawaf, berjalan di bukit shafa ke bukit marwah dan banyak lagi kegiatannya.

Ibadah haji dilakukan pada bulan haji atau bulan Zulhijah. Umat islam masih bisa mengunjungi Mekah dan Madinah selain bulan Zulhijah tersebut. Namun ini tidak disebut menunaikan haji melainkan melaksanakan ibadah Umroh.

Bagi orang muslim Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei atau wilayah-wilayah lainnya yang jauh dari Arab Saudi, perlu biaya yang besar untuk datang ke sana.

Butuh biaya transportasi yang cukup mahal dan biaya akomodasi yang besar juga selama berada di kota Makkah dan Madinah. Untuk itulah maka ibadah haji hanya diwajibkan bagi yang mampu. Mampu dalam segi finansial atau biaya untuk melaksanakan haji.

Bagaimana dengan orang kaya yang secara finansial mampu tapi sakit?

Dalam hal ini islam mempermudah orang-orang yang dalam kekurangan dan kesulitan. Bagi yang sakit atau cacat selama masih bisa dibantu orang yang sehat bisa menunaikan haji. Tapi jika tidak memungkinkan, bisa mensedekahkan hartanya yang buat haji untuk fakir miskin.

Simak dan baca : Hukum Haji

Orang yang Wajib Mengamalkan Rukun Islam

Seperti halnya shalat yang baru di wajibkan saat seseorang telah mencapai aqil baliqh, pengamalan rukun islam pun demikian halnya. Ada beberapa kriteria orang yang telah di wajibkan untuk mengamalkan kelima rukun islam yang telah di berikan.

Berikut ini adalah beberapa syarat sah islam bagi seseorang yang diwajibkan untuk mengerjakan rukun islam berdasarkan kesepakatan ulama:

  1. Baligh (cukup umur)
  2. Mumayyiz (bisa membedakan benar dan salah)
  3. Berakal

Apabila seseorang telah memenuhi syarat-syarat yang disebutkan tersebut, maka orang tersebut telah wajib dan harus mengamalkan rukun islam.

Namun meskipun begitu, alangkah baiknya apabila kita pun membiasakan anak-anak kita untuk senantiasa mengamalkan amalan pada rukun islam, agar mereka nantinya terbiasa dan tidak lengah terhadap perintah Allah.

Simak dan baca juga : Rukun Iman

Demikian ulasan tentang urutan rukun islam, pengertian setiap rukun islam dan siapa saja yang wajib menjalankan rukun islam. Bagi umat islam wajib mengamalkan dan melaksanakan ke-5 rukun islam tersebut, kecuali untuk rukun islam yang ke-5 yaitu naik haji. Hanya diwajibkan bagi yang mampu saja.

Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Manfaat Sedekah serta Keutamaannya bagi Umat Muslim

23 Februari 2024 - 15:17

Perbuatan yang Membatalkan Puasa

21 Februari 2024 - 22:27

Pengertian dan Daftar 99 Al Asmaul Husna Lengkap Arab Latin dan Artinya

31 Januari 2024 - 21:32

Wanita Sholehah

13 Januari 2024 - 18:10

Keistimewaan Sholat Wajib dan Keutamaannya Sesuai Al-Quran dan Hadits

25 Desember 2023 - 11:05

Keutamaan Sholat Wajib dan Keistimewaan sesuai Al-Qur’an & Hadits

Perbuatan yang Membatalkan dan Hal yang Dimakruhkan dalam Sholat

24 Desember 2023 - 17:54

Perbuatan yang Membatalkan dan Hal yang Dimakruhkan dalam Sholat
Trending di Hukum
Buka